Kejaksaan Negeri Bengkulu melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Dr. Rusydi Sastrawan, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan penyerahan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) kepada tersangka Eka Jaya Kusuma bin Mahyunir Arif berdasarkan mekanisme Keadilan Restoratif (Restorative Justice).
Penyerahan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan tersebut merupakan tindak lanjut atas persetujuan penghentian penuntutan yang telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan serta kebijakan Kejaksaan Republik Indonesia mengenai penyelesaian perkara melalui mekanisme Keadilan Restoratif.
Penerapan mekanisme Keadilan Restoratif dalam perkara ini mengedepankan prinsip pemulihan keadaan, tercapainya perdamaian antara korban dan tersangka, serta pemulihan hubungan sosial di tengah masyarakat. Selain itu, penyelesaian perkara melalui pendekatan ini bertujuan untuk memberikan rasa keadilan yang berimbang dengan tetap memperhatikan kepentingan korban, pelaku, dan masyarakat, tanpa mengesampingkan kepastian hukum.
